Selasa, 09 Agustus 2016

The First Snow with Gikwang FF Part I

Holaaa~~
In this posting i make a new ff❤

Author Lee Hae Gun a.k.a DeaDaraDwiElis

*Old Typed Sorry Alay*

Cast:
- Cha Hae Gun
- Lee Gikwang
- Yoon Ara
- Ajhumma

Age : 16+

PART 1

"The First Snow with Gikwang FF"
Part I


Kring... Kring... Kring...

Dering yang menyebalkan itu kembali terdengar, rasanya aku lelah sekali untuk bangun dan melihat hp ku.

"Aish.. Merusak mimpiku saja!"

Namja bertubuh kekar dengan wajah cute dan berotot lumayan besar, dengan malasnya ia membuka selimutnya dan bergegas meraih hp nya.

"CHAGI~~~~ PAGI~~~~" terdengar suara yeoja diujung sana, sangat melengking dan hampir merusak telinga siapapun yang mendengarnya.

"Ah.. Ye chagia, pagi juga, terimakasih sudah membangunkanku"

.....

Disebuah desa yang begitu damai dan tenteram sangat terasa nuansa alaminya, terlihat seorang wanita muda sedang bersiap untuk menuju ke sebuah tempat, terlihat ia sangat terburu buru.

"Omoooo... 12 menit lagi kelas akan dimulai! Aishhhh bodohhhh!!" ia terus saja menggerutu.

Ternyata wanita muda ini ialah seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama di seoul. Ia mahasiswa baru yang hendak mencoba untuk disiplin di hari pertama nya ia berstatus sebagai mahasiswa.

....

"Chagiaaa.. Haloo.. Yaak gikwanga.. Palliee.. 10 menit kelas akan dimulai! Aku tak ingin pangeranku ini akan telat di hari pertama bersekolah dikampus ini, pallie chagi!! Aku menunggumu di dekat kelas kita. Pallie!'

Begitulah isi sms yang diterima namja bernama Gikwang ini, ia tak berniat untuk membalas nya karena ia sedang ada di perjalanan menuju kampusnya.

"Hmm.. 10 menit lagi! Bahkan walaupun 5 detik lagi itu takkan jadi masalah bagiku, dasar yeoja cerewet, kalau saja tidak cantik sudah ku putuskan dia. Hh"

Dengan tidak melihat kesekitar, gikwang langsung membelokkan mobilnya menuju gerbang kampusnya tiba tiba seorang yeoja yang terlihat sedikit kusam berlari tepat di depan mobil gikwang, gikwang terkejut dan mengerem secara cepat, spontan gikwang hampir lepas dari belt nya dan hampir menabrak kaca dalam mobilnya sendiri.
Yeoja itu pun terlihat kaget, dan mematung di depan mobil gikwang, raut wajahnya semakin lama semakin merah menandakan ia emosi.

Yeojaa itu berjalan menuju ke arah pintu mobil gikwang dan memaksa gikwang untuk keluar.

"Hei bodoh! Keluar kau! Dasarrr kau bodoh! Dimana matamu?! Pakai matamu! Dasar orang kaya tapi bodoh!" wanita itu hampir saja melemparkan sepatunya kalau saja namja itu tidak bergegas pergi.

"Dasar yeoja! Selalu saja merasa benar, membuang buang waktu saja!" dan gikwang pun bergegas meninggalkan yeoja itu yang masih menahan emosinya.

"Awas saja, sekali lagi kita bertemu kau akan kubunuh!" yeoja itu pergi dengan ocehan yang hanya dia dan tuhan yg tau-_-

....

"Chagiaaaaa.. Aish lama sekali kau sampai disini? Aku hampir membatu menunggumu sayang.. Ayoo masuk kelas, aku senang sekali bisa satu kelas dengan mu chagi" pacar gikwang, Yoon Ara, ia memang begitu mendewakan gikwang bahkan pujiannya untuk gikwang melebihi tingginya langit dan dalam nya lautan._.

"Ah, aku juga chagi" jawab gikwang.

Baru saja 2 langkah gikwang dan ara hendak duduk di bangku mereka, datang wanita dengan terengah engah dan berkeringat menyerobot gikwang dan ara.

"Permisi.." kata wanita itu.

"Yaak! Yaak!" ara menarik baju wanita itu.
Dan gikwang tak menyadari bahwa itu adalah wanita yang sempat ribut dengannya tadi pagi.

"Cha Hae Gun, mmm kau kira ini kelas milikmu hah? Mengapa kau tanpa sopan santun menabrak aku dan pacarku?! Kau tak suka!? Hah?" ara emosi.

"Aa.. Ani.. Maafkan aku. Aku tak sengaja, aku anak baru di universitas ini jadi aku harus cepat mencari kelasku.. Tap..." belum selesai haegun berbicara, ara sudah memotongnya.

"Ohhh.. Jadi kau anak baru? Bagus sekali anak baru sudah berkenalan denganku, wohhh.. Sekali kau berkenalan denganku, kau takkan bisa lepas dariku!!" ancam ara. "Cepat kau minta maaf pada pacarku, kasihan dia kau tubruk, dasar bodoh!"

"Aaa.. Mmm... Maaf.. YAAAKKK!! KAU KAN LAKI LAKI YANG TADI PAGI HAMPIR MENABRAK KU KAN? oke kita impas, aku takkan sudi minta maaf denganmu!" haegun masih emosi dengan laki laki ini.

"Hei! Apa apaan ini? apa yang terjadi? Jadi .. Ah tidak mungkin pangeranku ini hampir menabrakmu! Pasti kau yang hampir menabrak pangeranku!" ara menatap tajam haegun sambil meraba tangan gikwang ada yang luka atau tidak.

"Aigoo.. Susah sekali berbicara dengan nenek sihir ini!" haegun bergegas meninggalkan mereka berdua.

... KELAS DIMULAI ...

"Pagi anak anak.. Bagaimana hari pertama kalian di kelas ini? All of you guys are fine right?" dudu songsangnim menyapa mereka.

"Fine sir" jawab mereka serentak.

"Aigooo.. Mengapa lemas sekali? Oh apakah karena kalian duduk sendiri sendiri dan berjauhan dengan teman kalian? Ah.. Baiklah aku akan mengubah menjadi sebangku 2 orang dengan 1 laki laki dan 1 wanita, kurasa cukup.."

"Ah bagus sekali! Pasti aku akan duduk dengan pangeranku, aaa aku akan memandanginya setiap saat! Dia akan kubuat tergila padaku hahahahahaha" batin ara.

Setelah hampir 25 menit dudu songsaengnim merombak tempat duduk mereka, tibalah nama ara yang dipanggil.

"Ara.. Kau duduk dengan lee gik... Aaa tidak, kau dengan Lee Wuhyoon"

"MWO?!! TAPI SIR?!!!"

"Sudah lah cepat duduk, kelas takkan bisa dimulai kalau kau tidak cepat duduk. Haa.. Tersisa lee gikwang dan dan cha hae gun, kalian duduk di ujung sana yaaa pallie!"

Tempat duduk yang amat jauh dari papan tulis dan cukup jauh dari meja ara. Gikwang hanya diam saja, tapi haegun menatap ke sisi lain, ia masih muak dengan gikwang, hingga akhirnya ia tidak bisa menahannya.. Dan..

'Bukkkk'

Haegun menginjak kaki gikwang sangat kuat dengan sepatu high hils nya, dan gikwang pun berteriak, dan seisi kelas menengok kearah gikwang dan haegun.
Namun haegun dengan sigap menutup mulut gikwang, namun gikwang sangat kesakitan dan akhirnya terjatuh ke lantai dari kursinya, karena tangan haegun berada di sisi mulut gikwang ia pun ikut terjatuh dan tepat sekali menimpah gikwang.

Seisi kelas ribut.
"Woahhhhhhhhh"

 Tak terkecuali ara, ia berlari ke arah gikwang dan membangunkannya.

"Kau tak apa chagi? Mana yang sakit?"

Namun gikwang tak menjawab pertanyaan ara, gikwang menatap sinis haegun dan kembali menginjak kakinya seperti yg dilakukan oleh haegun padanya tadi.

"Bukkkkkkk"

"Aaaaaaahhhhhhh" haegun berteriak dan hendak membalas lagi, namun dudu songsaengnim datang dan melerai mereka.

...

Bel pulang pun berbunyi.. Haegun bergegas menuju hotel dan mencari tempat penginapan baru yang harganya terjangkau dengannya.

"Hhh.. Hidup di kota sesulit inikah? Rasanya aku ingin kembali ke desa, aaa eomma appa TT.TT lalu aku harus kemana?" haegun menyusuri jalan berharap menemukan sebuah penginapan yang murah dan layak.

Jarum jam terus berputar, tak perduli sesulit apapun manusia ia tetap berputar, haegun kembali melihat jam nya, dan waktu menunjukkan pukul 17.34 sedikit lagi akan gelap.

"Eommaaa appaaa.. Bagaimana nasibku ini, sampai sepetang ini anakmu masih belum dapat tempat tinggal, kurasa aku akan mati" haegun sudah tidak kuat dan mencoba untuk duduk sebentar.

Disaat haegun sedang duduk, terlihat diujung sana ada keramaian, dan tampak seperti orang yang dikejar orang ramai, ah tunggu, MALING?!

dengan berani, haegun memanjangkan kakinya dan brukkk laki laki berandalan itu jatuh dan tas hasil curiannya terlempar cukup dekat dengan haegun, dan karena takut dikeroyok maling itu langsung berlari lagi.

Si ibu yang sudah pucat menghampiri haegun dan menyampaikan terima kasih nya, bahkan beribu ribu terimakasih untuknya.
Si ibu melihat haegun yang repot membawa 2 tas dan 1 koper besar, si ibu bertanya,
"Kau akan kemana nak? Sudah sepetang ini?"

"Ah, aku dari desa bu, dan hendak mencari penginapan yang murah" jawab haegun.

"Ah, kebetulan sekali dirumah ibu ada banyak kamar kosong, ikutlah dengan ibu saja, disini tidak aman"

"Benarkah? Ah terimakasih ibu.."

"Sama sama naak"

Sesampainya di rumah ibu itu, si ibu menyuruh masuk dan duduk di ruang tamu, tampak nya ibu ini bukanlah kalangan orang biasa, haegun berjalan melihat foto foto yang terpajang rapi di dinding, haegun berfikir sejenak sebelum ia bertanya pada ibu tadi.

"Mmm.. Maaf bu, ini siapa?" tanya haegun sambil menunjuk sebuah foto.

"Ah itu anak  kesayangan ibu, sekarang dia sedang sekolah mungkin sebentar lagi pulang, ada apa? Kau mengenalnya?" tanya ibu itu.

"Ah tidak.. Hanya seperti pernah melihatnya."

"Aa.. Baiklah akan kutunjukkan kamarmu, kajaa.." ibu itu bergegas menuju ke ruangan dalam dan tampak nya bersebelahan dengan sebuah kamar.
"Ayo naak masuk, maaf kalau jelek kamarnya, selamat istirahat."

"Aigoooo.. Ini sudah sangat bagus bu..Akulah yang harus nya minta maaf karena sudah merepotkan ibu" kata haegun sambil membungkuk.

"Sama sama, aku hanya meminta 1 permintaan kepadamu naak" pinta ibu itu, dan sepertinya serius.

"Apapun itu, katakanlah"

"Aku hanya ingin kau membimbing anakku yg tadi kau lihat di foto, karena kurasa kau bukanlah anak biasa, kau anak pintar bukan? Aku resah, dalam kurun  1 tahun belakangan ini prestasi belajar anakku menurun, ntahlah karena apa, dia juga menutup dirinya terhadap ibu, aku sangat merindukan nya, rindu kelakuan manjanya, kau bisa membantuku kan? Kumohon?" ibu itu menjelaskan secara panjang lebar.

Haegun melihat raut kesedihan dan seperti kehilangan tampak diwajah ibu itu, tanpa berfikir lagi haegun mengiyakan dan seketika ibu itu kembali berterima kasih.

...

Jam menunjukkan pukul 17.05 bel pulang sudah berbunyi dan anak anak kampus bergegas pulang.

Tampak gikwang dan ara sedang berjalan menuju parkiran.

"Chagiaaa.. Kajaaa" ara mengajak gikwang ke suatu tempat sambil menarik lengan nya erat.

"Eodi? Bar lagi? Aigoo.. Tapi sudah berapa kali aku membohongi eomma ku?!" kata gikwang secara halus menolak ajakan ara, yeoja chingu nya.

"Keundae... Yaakk?! Kau tak lagi cinta denganku eoh? Kau jahat oppaaa!!" ara memasang wajah childlish nya.

"Ye ye ye" gikwang pun tak bisa menolak.

Setelah 2 jam di bar, bukan saja ingin muntah bahkan gikwang rasanya mau roboh, ia tidak kuat lagi berdiri dan.. Samar samar ia melihat ara sudah tak ada di sisi nya lagi, tapi ia samar samar melihat ara bersama laki laki lain.

"Aaa.. Ara... Arasshi.. Aishh sakit sekali kepalaku!"

Ara yang mendengar lirihan gikwang segera pamit kepada selingkuhannya dan berkata "pergilah sebelum laki laki bodoh itu sadar, dan pergi saja tak usah bayar minuman mu, biar laki laki bodoh itu yang membayar nya, uang kita kumpulkan saja untuk biaya pernikahan kita, goodbye chagi" ara pergi meninggalkan kekasihnya dan menuju ke arah gikwang.

"Aigoo chagiaaa.. Ayo kita pulang, kau sudah minum terlalu banyak, aku tak ingin pangeranku ini sakit" ara lagi lagi membohongi gikwang.

"Chhh.. Chagiaa.. Kau bisa menyetir kan? Aku tak kuat lagi chagi, kau bisa kan?"

"Tentu saja chagi"

....

Haegun kembali melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul 22.10 hampir pukul setengah 11. Kemana laki laki itu? Mengapa selarut ini belum sampai rumah begitulah sekelumit pemikiran yang muncul di benak haegun. Laki laki itu memang bukan siapa siapanya tapi dia punya tanggung jawab baru akan laki laki itu.

Haegun berjalan menuju ruang tamu, dan tampak si ibu tertidur di kursi. Haegun merasa iba, pasti ibu ini sedang menunggu kepulangan anaknya, kalau saja laki laki itu pulang akan ku ocehi dia! Batin haegun.

Haegun pun mengambil selimut dan menyelimuti ibu yang tertidur, namun ibu itu bangun dan berterimakasi kepada haegun.
"Ah haegunaa.. Gomawoyo.. Ibu tertidur disini menunggu anakku"

"Ara.. Jadi selama ini ibu.." belum selesai haegun bicara sudah di potong oleh ibu.

"Panggil saja aku ajhumma sayang" kata ibu itu.

"Ah yee ajhumma.. Jadi selama ini ajhumma sering tidur diluar menunggu nya? Aishh kalau saja aku bertemu dengannya akan ku cincang dia sudah membuat ajhumma menunggu selarut ini!"

"Aigoo.." ajhumma hanya tertawa melihat haegun yang terlewat emosi.

Tiba tiba saja terdengar suara mobil di depan sana, dan ajhumma dengan cepat membuka pintu.

Terlihat seorang wanita cantik disana, dengan pakaian yang cukup pendek dan ketat, dan terlihat gikwang yang sedikit berantakan tapi sudah sadar.

"Siapa dia ajhumma?" tanya haegun.

"Yeoja nya" kata ajhumma

"Eh? Aku pernah melihatnya! Aigooo?!!!!"

Tapi ajhumma tak mendengarnya, haegun pun masuk ke dalam, ia tak ingin berurusan dengan wanita itu.

Gikwang terlihat tersenyum pada ajhumma, tapi hanya tersenyum dan terlihat dari cara berjalannya ia habis mabuk, segera saja haegun berdiri dan menghadang gikwang yang ingin segera menghempaskan diri di kasur.

"Yaakk!! Dasar namja bodoh! Kau minum kan? Jadi kau ke bar selarut ini? Dan kembali tanpa menghiraukan eomma mu yang terlelap tidur di ruang tamu demi menunggumu eoh? Kau benar benar bodoh!" haegun benar benar mengocehi gikwang.

"Yaak?! Kau siapa? Berani sekali masuk rumahku?.. Hei! Kau kan wanita sialan yang menumbur mobilku tadi pagi? Untuk apa kau kemari? Ingin meminta maaf dariku eoh?"

Seketika saja rumah ajhumma menjadi sangat ribut, ajhumma seperti ingin pingsan.

"Yaak kalian berdua berhentilah bertengkar?!" kata ajhumma "kumohon berhentilah! haegun! Gikwang!"

Karena mendengar teriakan ajhumma segera saja haegun diam dan merasa tidak enak, ia dengan cepat menuju kamarnya, takut ia akan diusir karena status nya adalah menumpang.

"Yaakk! Wanita sial! Urusan kita belum selesai! Lihat kau besok!" ancam gikwang.

...

"Dasar wanita sial!"

Gikwang masih saja mendumel akibat haegun.

"Tapi.. mengapa wanita itu ada disini? Mengapa eomma memperbolehkan dia ada disini? Apa teman bisnis eomma? Ah.. Rasanya aku malas sekali hidup karena wanita sial itu!"

Gikwang pun melemparkan pakaian nya ke keranjang dan menghempaskan tubuhnya untuk tidur.

...

Kring.. Kring..

alarm kesayangan haegun sudah berbunyi, pukul 06.00. Ia ingat hari ini ada mata kuliah pagi dan ia harus bergegas ke kampus karena dosen nya yang killer dan tak segan menghukum siswanya dengan hukuman sadis bin memalukan.

"Aigoo aku lupa menyiapkan peralatan yang harus kubawa.. Ah penaku.. Lalu.. Buku itu.. Mmmm sudah siap.. Lalu aku akan pakai baju ini, dan .. Celana ini.. Lalu rambutku akan kubiarkan kuurai saja.. Mmm ready! Sekarang waktu nya mandi..."

Haegun berjalan menuju kamar mandi, dan hampir naked sebelum ia sadar kalau pam nya... MATI TOTAL!

"omooo.. Mana airnya? Aishhh aku harus bertanya pada ajhumma"
Haegun pun kembali memakai piyama tidurnya, dan segera mengikat tali pinggangnya.

Terlihat diluar kamar nya, ajhumma sedang menyiapkan sarapan, melihat haegun keluar tanpa pakaian kuliah nya, ajhumma menyapa nya "haegunaa pagi! Ada apa denganmu? Mengapa belum siap kuliah? Berangkat siang? Mmm?"

"Aa.. Ani ajhumma.. Aish maafkan aku kesiangan ajhumma, aku jadi tidak enak tidak membantu ajhumma, mian.. Ah ajhumma mengapa air di kamarku tidak hidup?"

"Aaah ajhumma lupa. Iyaa pam nya sedang rusak yang bagian kamarmu dan bagian kamar gikwang, mandilah di kamar mandi itu (ajhumma menunjuk) ah.. Tanya gikwang di dalam sudah selesai atau belum ya" kata ajhumma.

Haegun pun berjalan menuju kamar mandi yang ditunjuk ajhumma, haegun mengetuk pintu berkali kali.

"Gikwanga! Pallie! Aku mau mandi juga!"

"APA APAAN KAU WANITA SIAL! MANDI SAJA DILUAR!"

"AISHH MENGAPA KAU MENYOLOT?!"
haegun tak sadar kalau ajhumma memanggilnya untuk mandi di kamar ajhumma.

"KAU RUSUH DASAR WANITA SIAL! KALAU KAU MANDI DISINI RUMAHKU AKAN SIAL! PERGI KAUUUU!" kata gikwang makin nyolot-_-

"YAKKK!! JADI KAU INGIN RIBUT LAGI DENGANKU? BAIKLAHH"

ajhumma semakin pusing, ia bergegas memanggil satpam dan menyuruhnya mengurung kedua anak itu di dalam kamar mandi, rasanya kepala ajhumma semakin ingin pecah-_-

Satpam bergegas masuk dan membukakan pintu.

Haegun santai saja karena pikirnya gikwang akan segera dipaksa keluar dan ia bisa mandi dengan cepat.
Namun pemikiran nya salah, satpam itu mendorong haegun dan menutup pintunya dengan cepat, dan tali piyama haegun terjepit! *ALAMAT BAKAL KEJADIAN GA ENAK INI-_-

"YAKK!! NEO!! MENGAPA KAU MASUK KESINI BODOHHH! AKU BELUM SELESAI MANDI! KELUAR KAUUU!!!!"

"AAAAA ajhumma tolong bukakan pintu?! Maafkan aku tak bisa diam karena KAUU!!! " haegun terpatung menatap pintu membelakangi gikwang dan meratapi tali piyamanya yang terjepit-__,-

"KAU YANG SEHARUSNYA DIAM! KALAU SAJA KAU DIAM MUNGKIN TAK AKAN SEPERTI INI KEJADIANNYA! DASAR BODOH!" gikwang masih emosi terhadap wanita yang disebutnya sial ini.

"YAAKK BERHENTILAH BERKATA BODOH! Cepat pakai handuk mu, aku akan masuk bathub untuk mandi! Pallie!" haegun mengira ngira ini sudah pukul berapa, kembali terbayang wajah seonsangnim yang killer!

"Yaak! Mandilah kalau kau berani! Kau kira ada penutup bathub di kamar mandi ini? Kau salah! Kamar mandi ini semuanya kaca tanpa kain! Kau akan kiamat haha!" gikwang segera memakai piyamanya dan menghampiri haegun hendak membuka pintu.

"Kau mau apa?" kata haegun, matanya sayu hampir menangis mengingat wajah killer gurunya.

"Tentu saja aku mau keluar bodoh! Minggir!"

"A..andwae!"

"Yaakk!!! Awas!"

"Andwae!!!!!" haegun tidak mau minggir dari pintu karena tali piyamanya terjepit di pintu, ia pun bersikeras tidak mau memegangi piyamanya yang tali nya terjepit dan menghadap pintu melindungi talinya karena malu kalau saja gikwang tau talinya terjepit pastilah ia akan terbahak.

"MINGGIR ATAU KAU AKAN KUCEKIK!" ancam gikwang.

"Aa.. Tolonglah.. Jangan..."

"CEPAT LAH"

"JANGAN GIKWANG JANGAN.. KUMOHON!"

Ajhumma yang mendengar haegun berteriak, ia memanggil satpam, ia takut gikwang menganiaya haegun-_-

/kembali ke toilet/

haegun yang terus dibentak oleh gikwang akhirnya takut dan berjalan miring melindungi piyamanya yag ternyata talinya masih terjepit di pintu.

 Melihat tali itu terjepit, gikwang terbahak dan hendak merobeknya.

"Jadi ini alasan mengapa kau tidak mau mingir? hahahaha baiklah akan ku robek! Kalau benda ini masih ada di pintu ini, rumahku akan sial sepertimu!" gikwang jahat banget TT.TT

"JANGAN GIKWANG! JANGANNN!! ITU PIYAMA PEMBERIAN ALMARHUM IBUKU. KUMOHON JANGAN KAU ROBEK! GIKWANGG!! JANGANN KUMOHONNN!!" haegun segera berlari menghadang gikwang untuk merobek tali itu, piyama yang ia pakai adalah pemberian eeommanya sebelum tragedi yang menewaskan eommanya.
Bahkan haegun berlari, tanpa sadar ia menghadang gikwang dan menatap gikwang penuh amarah. Dengan bodohnya ia lupa tali itu terjepit! Ia tak sadar, namun ia segera sadar setelah melihat lirikan mata gikwang yang seperti laki laki b**ingan.
Haegun melihat kebawah dan refleks berteriak "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

tiba tiba pintu terasa seperti ada yang mendorong. Tubuh haegun terlempar dan menubruk gikwang, jatuhlah mereka berdua *ala ala drama hahaha

...

Satpam pun memenuhi permintaan ajhumma. Pintu dibuka dan ...

"AJHUMMAAA!! LIHATLAH APA YANG MEREKA LAKUKAN!!" satpam berteriak heboh dan ajhumma segera berlari kepalanya kembali pusing bercampur emosi setelah melihat apa yang ia lihat.

Mereka bersandar tumpuk ditambah lagi piyama haegun yang tak terpakai rapi akibat insiden tak terkendali tadi.

Dan dengan cepat ajhumma menampar gikwang dan haegun.

To be continue😳😳

*endorse*

IG @deadarae
LINE deyydaaa
ASKFM @DeaDaraDwiElis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar