Minggu, 24 Mei 2015

Belajar Ikhlas

   


Hay.. Di hari yang begitu penuh akan duka ini, aku deyygk mencoba untuk kuat menuliskan sebuah tulisan yang aku coba untuk menenangkan hati yang penuh akan dosa ini.

Sudah bertahun tahun belakangan ini, kakek Abdul Salam (alm) sering mengeluh sesak nafas, susah berbicara karena serak, dan sering cepat lelah, mungkin kalian berfikir bahwa apa yg terjadi dengan kakek aku ini hanyalah penyakit yang disebabkan karena faktor usia, kalian benar!
Memang penyakit yang menimpa kakek tersayangku ini disebabkan faktor usia nya yang hampir menginjak 1 abad.

Tapi dari cerita yang aku dengar dari ayah, mamah, nenek, bibi dan saudara saudaraku yang lain, bahkan aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri adalah kakekku disaat muda, disaat aku masih kecil, beliau sering merokok dan mengopi dengan takaran yang diatas orang awam.

Mungkin di saat muda beliau tidak pernah terlintas si benaknya bagaimana bahaya nya gula, kopi, dan rokok. Hal seperti itu memang tidak berdampak secara langsung, tapi bertahap.

Sungguh, aku selalu khawatir akan kesehatan kakek ku, aku akui memang kakek ku dulu adalah seorang yg kuat, jarang sakit, kalaupun sakit hanya flu biasa, memiliki postur tubuh tinggi, mancung, dan sangat tampan layaknya bangsawan belanda.

Tapi semakin tahun... Semakin tahun, kakek ku semakin tua, rambut putih semakin banyak, mulai muncul keriput di lengannya, dan semakin menua.

Namun, dari semua kekurangan yg disebabkan oleh faktor usianya, beliau tetaplah orang yang rajin, rapi, peduli akan sesama, amanah, menjaga dengan baik apa yang menjadi kewajibannya, rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak serta cucu nya, pintar dalam hal agama, bahkan dalam acara keagamaan kakekku selalu dipercaya untuk memimpin doa. Bisa kukatakan, beliau adalah orang yang amat sempurna sosoknya bagi setiap orang.

Namun, hal buruk menimpa kakekku..
Tepatnya 1 bulan yang lalu, kakekku sakit panas, dan tidak bisa bernafas (megap megap), ibu, uncu, om, bibi ku panik dan segera membawa ke Rumah Sakit dengan seribu harapan kakekku bisa sembuh dan pulang ke rumah, dan situasi kembali normal.

2 minggu setelah di rawat inap di rumah sakit, dokter berkata bahwa kakekku bisa untuk pulang, alhamdulillah pikirku, aku senang kakekku akan sembuh walaupun masih bergantung pada oksigen.

Dan seminggu kemudian, kakekku kembali ke rumah sakit karena kembali sesak, dan hari semakin hari kesehatan kakekku semakin memburuk :'(
Impus yang ada di tangannya seakan menolak untuk masuk dalam lengan kakekku, jantung yang membengkak, tidak bisa tidur, dan tidak bisa bernafas melalui hidung.
Aku tahu, kakekku ini menderita komplikasi jantung, paru paru, pernafasan dan ginjal, berat bukan?
Terbayang bagaimana sakitnya itu? Penyakit yang diberikan oleh allah yg disebabkan oleh pola hidup yang buruk dan berbagai macam hal yang aku bahas diatas.

Pada hari itu, hari RABU 13 MEI 2015 aku dan ayah disuruh ibuku untuk mengantarkan bubur dan kolek dan nasi untuk kubawa ke rumah sakit, memang alhamdlillah ibuku berhasil memenuhi semua permintaan kakekku. Alhamdulillah yaallaah atas takdirMU.
Pagi itu aku sampai ke rumah sakit, aku masuk dan ada perawat yang sedang menterapi kakekku dengan sinar, ah entahlah apa itu.
Lalu, setelah perawat itu pergi, aku duduk di pinggir ranjang dan menyuapi kakekku, bahkan pada saat itu ia melahap cukup banyak, jujur saja pada saat aku menyuapi kakekku hatiku tak berhenti berzikir memohon kakekku akan sembuh.

Kalian tahu? Pada saat itu keadaan kakekku sudah sangat memprihatinkan, badannya semakin kurus, matanya semakin tirus. Yaallah pada saat itu aku sudah mencoba untuk ikhlas. Dan aku memijiti kaki kakekku dengan hati yg tak berhenti berzikir, dan alhamdlillah kakekku tertidur walau sebentar.

Dan perawat datang, kali ini mengkur tensi, dan alhamdlillah normal, 110.
Aku kembali bersyukur dengan harapan kakekku akan pulih.

Namun, tak bisa di pungkiri kakekku sering melamun dan sering mengigau "yaallah panas, kayakmana kalau disiksa nanti?" ALLAHUAKBAR. Tiba tiba aku dekkk.. Aku berfikir apakah sudah berdiri disana malaikat pencabut nyawa. Hampir nangis aku saat itu!.

Pada tanggal 23 MEI 2015, adzan isha berkumandang.. Aku berniat untuk menutup pintu depan, dan aku sedikit menghirup udara luar, sangat sejuk, tiba tiba sebuah bayangan putih jatuh tepat di depan mataku, sangat jelas berwarnaa putih! Seperti kertas putih yg jatuh dari atas, aku mengira itu cicak, maka aku menengok ke atas namun tidak ada apa apa, ke bawah juga tidak ada apapun hanya ada keset yang bersih tanpa apapun. Aku pun bingung, aku tak merinding saat itu, aku berkesimpulan bahwa itu malaikat.
Putih... Warna putih.. aku berfikir lagi.. Putih? Apa yang putih? Ntahlah, tiba tiba terlintas kain di otakku, apa ini?

Allah punya rahasia, allah punya rencana, allah tahu segalanya.

Tepat pada hari ini, 24 MEI 2015 pada pukul 08.30 kakekku ABDUL SALAM (ALM) berpulang menghadap ke rahmatullah dengan tenang.

Memang shock dan berat rasanya disaat aku tahu kakekku sudah tidak ada, tapi di lain sisi aku teringat ucapan mamahku "segala sesuatu itu harus ikhlas biar barokah", aku langsung berfikir "yaallah, terimakasih atas tugas malaikat hari ini, kakekku sudah berpulang, aku berterima kasih kakekku tidak merasakan sakitnya penyakit parah lagi, ia bebas dari sakitnya dunia." aku hanya bisa menghibur diri atas bencana ini, kakekku adalah orang yang amat aki sayang di dunia ini, memang orangnya keras namun lain hatinya sangatlah lembut.

Ia sederhana namun sangat sangatlah berharga. Satu yang paling berharga, sebuah cincin pemberian dari beliau disaat aku ulang tahun, tidak mewah memang, namun sangat berharga bagiku.
Terimakasih abeh (kakek dlm bhs sunda)

Terimakasih abeh, sudah menjadi tauladan bagi kami semua, terimakasih atas bimbingannya, terimakasih akan setiap moment dalam hidup ini, dan terimakasih akan segalanya, ADEK SAYANG ABEH.
DEA DARA DWI ELIS :'(

KUATKAN HAMBA YAALLAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH.

sekian dulu pemirsaaaa aku tak kuat menahan nangis :'(