Ceramah
singkat Fadhillah AQIQAH
Assalaamu
alaikum wr., wb.,
Alhamdulillahi
rabbil alamiin wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddiini wa alaa aalihii
wasshahbihi ajma'iin. Puji serta syukur, mari kita panjatkan ke hadirat Allah
yang maha ghafur. Tak lupa shalawat beserta salam, semoga tetap tercurah
limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, dan para
pengikutnya yang selalu taat pada risalah yang dibawa olehnya. Amin.
Alhamdulillah
di kesempatan yang berbahagia ini, kita dapat berkumpul dalam rangka acara
syukuran aqiqah dari kelahiran putra dari Bapak dan Ibu ... pada tanggal ..
bulan ......... 2017 ini pada pukul ... WIB dengan selamat. Berdasarkan syariat
yang diajarkan dalam Islam, pada hari ke tujuh atau hari ke empat belas tepat
setelah dilahirkannya seorang anak maka kita di sunnah kan untuk aqiqah.
Bapak
bapak, Ibu ibu sudah tau mengapa seorang anak ketika sudah dilahirkan harus
kita akikahkan? Sudah tahu?
Banyak hadits yang
meriwayatkan tentang aqiqah, sehingga aqiqah menjadi sunnah Nabi Muhammad yang
mana jika melakukannya akan mendapat pahala, jika tidak melakukannya tidak
apa-apa. hadits-hadits itu adalah sebagai berikut:
Dari Sulaiman ibn Amir
Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda: “anak
yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan
hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah
rambutnya).” (H. R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa
menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul.
Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi)
Diriwayatkan oleh
Samurah bin Jundab rodliyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “setiap
anak yang dilahirkan itu tergadai dengan aqiqahnya, yaitu seekor kambing yang
disembelih untuknya pada hari ketujuh, lalu si anak diberi nama dan rambut
kepalanya dicukur.” (h. R. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)
Untuk menjelaskan hadits
diatas, mengutip dari penjelasan al Allamah Ibnu Qayyim dalam kitabnya, Zad Al
Ma’ad: Imam Ahmad berkata, “maknanya adalah bahwa anak yang baru lahir itu
tertahan (terhalangi) untuk memberi syafaat kepada orang tua. Sedangkan kata
tergadai menurut bahasa berarti tertahan, sebagaimana firman Allah swt:
“tiap-tiap diri
tertahan (harus mempertanggungjawabkan) apa yang telah diperbuatnya.” (Q.S.
Al Muddatsir: 38)
Demikian beberapa hadits
tentang aqiqah. Menurut hadits-hadits diatas, dapat ditarik kesimpulah bahwa
aqiqah adalah penting untuk dilakukan. Untuk anak laki-laki, aqiqah adalah dua
ekor kambing sedangkan anak perempuan aqiqah dengan satu ekor kambing. Karena
aqiqah ini sunnah, lebih baik melakukannnya bagi orang yang mampu (bukan
termasuk fakir miskin). Jika tidak mampu untuk melakukan aqiqah tidak apa-apa.
Adapun hasil aqiqah sebagai acara sosial adalah harus dengan membagikannya
kepada masyarakat dalam keadaan matang atau telah diolah dan dimasak.
Dari beberapa hadits
diatas pula dapat ditarik kesimpulan atas keutamaan aqiqah yaitu:
1. Mendapat pahala karena
melaksanakan sunnah Rosul – Melaksanakan sunnah Rasul sama aja
membuktikan kalau diri kita mencintai Nabi Muhammad dan mencintai Islam.
Mengapa demikian? Karena semua sumber dasar Islam ada pada Al Quran dan As
Sunnah yang mana aqiqah adalah salah satu isi yang ada didalam sunnah itu.
2. Menghilangkan kotoran dan
penyakit – Aqiqah juga disertai dengan mencukur rambut bayi dengan
niat menghilangkan kotoran dan penyakit.
3. Meningkatkan ibadah kepada
Allah – Pada acara aqiqah biasanya disertai dengan pembacaan al quran
30 juz, atau pembacaan yasin dan tahlil, doa-doa dan lain sebagainya. Hal ini
membuat pelaksana aqiqah menjadi meningkat rasa cinta iobadahnya dengan berbuat
demikian.
4. Mendoakan sang bayi – Pada
aqiqah biasanya disertai doa-doa untuk mendoakan bayi sehingga dapat menjadi
keuntungan untuk bayi yang tiada terhintung jumlahnya.
5. Meningkatkan rasa cinta sosial
sesama muslim – Dengan membagi aqiqah pada sesama muslim dapat
meningkatkan rasa solidaritas sesama muslim sehingga menumbuhkan cinta terhadap
sesama muslim pula.
Semoga
putra Bapak dan Ibu menjadi anak yang soleh, berbakti kepada kedua orangtuanya,
dan menjadi orang yang selalu di rindu kan kebaikannya oleh orang-orang di
sekitarnya, kelak di kemudian hari. Amin.
Dengan memiliki anak yang soleh, maka sesuai hadis shahih yang berbunyi: "Idza matabnu aadama inqotho'a 'amaluhu, illa min tsalatsin", yang arrtinya ketika anak adam (manusia) meninggal, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara. Apa itu? Salah satunya adalah anak soleh yang mendoakan kedua orangtuanya.
Namun, perlu juga kita ketahui bahwa banyak proses yang harus kita jalani sehingga bisa memiliki anak yang saleh, yaitu mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan sesuai bimbingan Al Quran dan memberikan makanan yang baik dan halal kepadanya. Dengan demikian, maka kelak anak tersebut insya Allah menjadi anak yang saleh berdasarkan hadis yang disebutkan tadi.
Ketika kita memiliki anak yang soleh, berbahagialah kita karena ketika kita telah tiada, maka anak tersebut akan selalu berdoa agar dosa kita diampuni oleh Allah SWT. Subhanallah (Maha Suci Allah).
Semoga dengan rezeki yang Bapak dan Ibu ... keluarkan di jalan Allah untuk menunaikan aqiqah putranya menjadi jalan untuk membentuk karakter putra yang saleh dan berbakti kepada orangtua nya.
Mari kita sama-sama berdoa, agar anak dan cucu kita termasuk keturunan yang saleh dan salehah.
"Robbanaa hablanaa min azwazinaa wa durriyyatinaa qurrota 'ayuun waj'alna lilmuttaqiina imaaman. Robaanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil-akhirati hasanah, waqinaa adzaabannar".
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Wasaalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Dengan memiliki anak yang soleh, maka sesuai hadis shahih yang berbunyi: "Idza matabnu aadama inqotho'a 'amaluhu, illa min tsalatsin", yang arrtinya ketika anak adam (manusia) meninggal, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara. Apa itu? Salah satunya adalah anak soleh yang mendoakan kedua orangtuanya.
Namun, perlu juga kita ketahui bahwa banyak proses yang harus kita jalani sehingga bisa memiliki anak yang saleh, yaitu mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan sesuai bimbingan Al Quran dan memberikan makanan yang baik dan halal kepadanya. Dengan demikian, maka kelak anak tersebut insya Allah menjadi anak yang saleh berdasarkan hadis yang disebutkan tadi.
Ketika kita memiliki anak yang soleh, berbahagialah kita karena ketika kita telah tiada, maka anak tersebut akan selalu berdoa agar dosa kita diampuni oleh Allah SWT. Subhanallah (Maha Suci Allah).
Semoga dengan rezeki yang Bapak dan Ibu ... keluarkan di jalan Allah untuk menunaikan aqiqah putranya menjadi jalan untuk membentuk karakter putra yang saleh dan berbakti kepada orangtua nya.
Mari kita sama-sama berdoa, agar anak dan cucu kita termasuk keturunan yang saleh dan salehah.
"Robbanaa hablanaa min azwazinaa wa durriyyatinaa qurrota 'ayuun waj'alna lilmuttaqiina imaaman. Robaanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil-akhirati hasanah, waqinaa adzaabannar".
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
Wasaalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.