Jumat, 23 Maret 2018

Fadhillah Aqiqah


Ceramah singkat Fadhillah AQIQAH
Assalaamu alaikum wr., wb.,


Alhamdulillahi rabbil alamiin wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddiini wa alaa aalihii wasshahbihi ajma'iin. Puji serta syukur, mari kita panjatkan ke hadirat Allah yang maha ghafur. Tak lupa shalawat beserta salam, semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, dan para pengikutnya yang selalu taat pada risalah yang dibawa olehnya. Amin.
Alhamdulillah di kesempatan yang berbahagia ini, kita dapat berkumpul dalam rangka acara syukuran aqiqah dari kelahiran putra dari Bapak dan Ibu ... pada tanggal .. bulan ......... 2017 ini pada pukul ... WIB dengan selamat. Berdasarkan syariat yang diajarkan dalam Islam, pada hari ke tujuh atau hari ke empat belas tepat setelah dilahirkannya seorang anak maka kita di sunnah kan untuk aqiqah.
Bapak bapak, Ibu ibu sudah tau mengapa seorang anak ketika sudah dilahirkan harus kita akikahkan? Sudah tahu?
Banyak hadits yang meriwayatkan tentang aqiqah, sehingga aqiqah menjadi sunnah Nabi Muhammad yang mana jika melakukannya akan mendapat pahala, jika tidak melakukannya tidak apa-apa. hadits-hadits itu adalah sebagai berikut:
Dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda: “anak yang baru lahir hendaknya diaqiqahi, alirkanlah darah (sembelihlah kambing) dan hilangkanlah kotoran serta penyakit yang menyertai anak tersebut (cukurlah rambutnya).” (H. R. Bukhori dalam shahihnya secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi)
Diriwayatkan oleh Samurah bin Jundab rodliyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “setiap anak yang dilahirkan itu tergadai dengan aqiqahnya, yaitu seekor kambing yang disembelih untuknya pada hari ketujuh, lalu si anak diberi nama dan rambut kepalanya dicukur.” (h. R. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)
Untuk menjelaskan hadits diatas, mengutip dari penjelasan al Allamah Ibnu Qayyim dalam kitabnya, Zad Al Ma’ad: Imam Ahmad berkata, “maknanya adalah bahwa anak yang baru lahir itu tertahan (terhalangi) untuk memberi syafaat kepada orang tua. Sedangkan kata tergadai menurut bahasa berarti tertahan, sebagaimana firman Allah swt:
“tiap-tiap diri tertahan (harus mempertanggungjawabkan) apa yang telah diperbuatnya.” (Q.S. Al Muddatsir: 38)
Demikian beberapa hadits tentang aqiqah. Menurut hadits-hadits diatas, dapat ditarik kesimpulah bahwa aqiqah adalah penting untuk dilakukan. Untuk anak laki-laki, aqiqah adalah dua ekor kambing sedangkan anak perempuan aqiqah dengan satu ekor kambing. Karena aqiqah ini sunnah, lebih baik melakukannnya bagi orang yang mampu (bukan termasuk fakir miskin). Jika tidak mampu untuk melakukan aqiqah tidak apa-apa. Adapun hasil aqiqah sebagai acara sosial adalah harus dengan membagikannya kepada masyarakat dalam  keadaan matang atau telah diolah dan dimasak.
Dari beberapa hadits diatas pula dapat ditarik kesimpulan atas keutamaan aqiqah yaitu:
1.     Mendapat pahala karena melaksanakan sunnah Rosul – Melaksanakan sunnah Rasul sama aja membuktikan kalau diri kita mencintai Nabi Muhammad dan mencintai Islam. Mengapa demikian? Karena semua sumber dasar Islam ada pada Al Quran dan As Sunnah yang mana aqiqah adalah salah satu isi yang ada didalam sunnah itu.
2.     Menghilangkan kotoran dan penyakit – Aqiqah juga disertai dengan mencukur rambut bayi dengan niat menghilangkan kotoran dan penyakit.
3.     Meningkatkan ibadah kepada Allah – Pada acara aqiqah biasanya disertai dengan pembacaan al quran 30 juz, atau pembacaan yasin dan tahlil, doa-doa dan lain sebagainya. Hal ini membuat pelaksana aqiqah menjadi meningkat rasa cinta iobadahnya dengan berbuat demikian.
4.     Mendoakan sang bayi – Pada aqiqah biasanya disertai doa-doa untuk mendoakan bayi sehingga dapat menjadi keuntungan untuk bayi yang tiada terhintung jumlahnya.
5.     Meningkatkan rasa cinta sosial sesama muslim – Dengan membagi aqiqah pada sesama muslim dapat meningkatkan rasa solidaritas sesama muslim sehingga menumbuhkan cinta terhadap sesama muslim pula.
Semoga putra Bapak dan Ibu menjadi anak yang soleh, berbakti kepada kedua orangtuanya, dan menjadi orang yang selalu di rindu kan kebaikannya oleh orang-orang di sekitarnya, kelak di kemudian hari. Amin.

Dengan memiliki anak yang soleh, maka sesuai hadis shahih yang berbunyi: "Idza matabnu aadama inqotho'a 'amaluhu, illa min tsalatsin", yang arrtinya ketika anak adam (manusia) meninggal, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara. Apa itu? Salah satunya adalah anak soleh yang mendoakan kedua orangtuanya.

Namun, perlu juga kita ketahui bahwa banyak proses yang harus kita jalani sehingga bisa memiliki anak yang
saleh, yaitu mendidiknya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan sesuai bimbingan Al Quran dan memberikan makanan yang baik dan halal kepadanya. Dengan demikian, maka kelak anak tersebut insya Allah menjadi anak yang saleh berdasarkan hadis yang disebutkan tadi.

Ketika kita memiliki anak yang soleh, berbahagialah kita karena ketika kita telah tiada, maka anak tersebut akan selalu berdoa agar dosa kita diampuni oleh Allah SWT. Subhanallah (Maha Suci Allah).

Semoga dengan rezeki yang Bapak dan Ibu ... keluarkan di jalan Allah untuk menunaikan aqiqah putranya menjadi jalan untuk membentuk karakter putra yang saleh dan berbakti kepada orangtua nya.

Mari kita sama-sama berdoa, agar anak dan cucu kita termasuk keturunan yang saleh dan salehah.
"Robbanaa hablanaa min azwazinaa wa durriyyatinaa qurrota 'ayuun waj'alna lilmuttaqiina imaaman. Robaanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil-akhirati hasanah, waqinaa adzaabannar".

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wasaalaamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.