PBB Perserikatan Bangsa Bangsa
Organisasi
Internasional PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau
disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah
organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia.
Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum
internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi,
dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San
Francisco pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaksdi
Washington, DC, namun Sidang Umum yang pertama – dihadiri wakil
dari 51 negara baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House,
London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama
Liga Bangsa -Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak
didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 sedikitnya 192
negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB
menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta
Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971.Hingga tahun
2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah
Ban Ki Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari2007.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional Tujuannya
adalah memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional, keamanan
internasional, pembangunan ekonomi, kemajuan sosial, hak asasi manusia, dan
pencapaian perdamaian dunia. PBB didirikan pada tahun 1945 setelah Perang
Dunia II untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa, untuk menghentikan perang
antara negara, dan untuk menyediakan platform untuk dialog. Markas besar PBB
didirikan diatas tanah yang disumbangkan oleh John Davison Rockefeller Junior
yang terletak ditepi East River, Lake Succes, New York. PBB sebagai badan dunia
yang berdiri setelah Perang Dunia II
Perserikatan Bangsa-bangsa
didirikan di San Francisco
pada 24 Oktober 1945
setelah Konferensi
Dumbarton Oaks di Washington, DC[2], namun Sidang Umum yang pertama - dihadiri wakil
dari 51 negara - baru berlangsung pada 10 Januari 1946
(di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946,
terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa,
yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.Sejak didirikan pada tahun 1945 hingga 2011, sudah ada 193 negara yang bergabung menjadi anggota PBB, termasuk semua negara yang menyatakan kemerdekaannya masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, kecuali Vatikan.[3] Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat [4].Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states) dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB, sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen di PBB)[5]
Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban Ki-moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007 , menggantikan Sekretaris Jendral terdahulu, yaitu Kofi Annan dari Ghana. [6]
Organisasi ini memiliki enam organ utama [7]: Majelis Umum (majelis musyawarah utama)[8],Dewan Keamanan (untuk memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan),Dewan Ekonomi dan Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial internasional dan pembangunan)[9], Sekretariat (untuk menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan oleh PBB)[10], Mahkamah Internasional (organ peradilan primer), Dewan Perwalian (yang saat ini tidak aktif).[11]
Instansi Sistem
PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan
Dunia (WFP) dan Dana
Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF). Tokoh masyrakat PBB
yang paling terkenal mungkin adalah Sekretaris
Jenderal PBB, saat ini Ban Ki-moon dari Korea Selatan, yang mengambil jabatan itu
pada tahun 2007, menggantikan Kofi Annan.
Organisasi ini didanai dari sumbangan yang ditaksir dan sukarela dari
negara-negara anggotanya, dan memiliki enam bahasa resmi: Arab, Cina, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol
Sekretaris-Jenderal
PBB
|
No.
|
Akronim
|
Bendera
|
Lembaga
|
Pusat
|
Kepala
|
Berdiri
|
|
1
|
FAO
|
1945
|
||||
|
2
|
IAEA
|
|
1957
|
|||
|
3
|
ICAO
|
|
1947
|
|||
|
4
|
IFAD
|
1977
|
||||
|
5
|
ILO
|
|
1946 (1919)
|
|||
|
6
|
IMO
|
1948
|
||||
|
7
|
IMF
|
|
1945 (1944)
|
|||
|
8
|
ITU
|
|
1947 (1865)
|
|||
|
9
|
UNESCO
|
1946
|
||||
|
10
|
UNIDO
|
|
1967
|
|||
|
11
|
UNWTO
|
|
1974
|
|||
|
12
|
UPU
|
|
1947 (1874)
|
|||
|
13
|
WB
|
1945 (1944)
|
||||
|
14
|
WFP
|
1963
|
||||
|
15
|
WHO
|
|
1948
|
|||
|
16
|
WIPO
|
|
1974
|
|||
|
17
|
WMO
|
|
1950 (1873)
|
Untuk dapat menjadi negara anggota PBB
terdapat beberapa syarat, yakni:
- cinta damai;
- menerima dan menyetujui serta tunduk kepada piagam PBB;
- sanggup dan bersedia untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam piagam PBB;
- disetujui majelis umum atas usul dewan keamanan PBB.
Pada
mulanya yang menjadi anggota PBB adalah ke 50 peserta konferensi Sn Fransisco.
Negara-negara tersebut dapat disebut sebagai anggota asli. Namun negara-negara
anggota PBB terus bertambah dan hingga tahun 2012 tercatat sebanyak 193 negara
yang menjadi anggota PBB.
Badan-Badan
PBB
PBB
sebagai lembaga dunia memiliki badan-badan yang berkecimpung dalam berbagai
urusan yang menyangkut maslaah-masalah internasional, badan-badan ini membantu
tugas PBB. Adapun badan-badan itu antara lain: Majelis Umum (majelis musyawarah
utama); Dewan Keamanan (untuk memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan
keamanan); Dewan Ekonomi dan Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan
kerjasama ekonomi, sosial internasional dan pembangunan); Sekretariat
(untuk menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan oleh PBB);
Mahkamah Internasional (organ peradilan primer); Dewan Perwalian.
Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-anak Perserikatan
Bangsa-Bangsa(UNICEF).
Sekretaris
PBB
Badan ini
diketuai oleh sekertaris jenderal (Sekjen) yang diangkat oleh majelis umum atas
usulan Dewan Keamanan PBB dengan masa jabatan 5 tahun. Sekjen PBB bertugas
menyelenggarakan pekerjaan administrasi PBB. Berikut para sekjen PBB dari masa
ke masa:
- Trygve Lie (Norwegia): masa jabatan 2 Februari 1946 – 10 November 1952
- Dag Hammarskjöld (Swedia): Masa Jabatan 10 April 1953 – 18 September 1961
- U Thant (Burma): Masa jabatan: 30 November 1961 – 1 Januari 1972
- Kurt Waldheim (Austria): Masa jabatan: 1 Januari 1972 – 1 Januari 1982
- Javier Pérez de Cuéllar (Peru): masa jabatan 1 Januari 1982 – 1 January 1992
- Boutros Boutros-Ghali ( Mesir): masa jabatan 1 Januari 1992 – 1 Januari 1997
- Kofi Annan (Ghana): masa jabatan 1 Januari 1997 – 1 Januari 2007
- Ban Ki-moon (Korea Selatan): masa jabatan: 1 Januari 2007 – Sekarang.
Negara
Yang Punya Hak Veto di PBB
PBB
dibentuk oleh negara-negara adi kuasa, bukan oleh masyarakat dunia. Hak veto
itu hanya dimiliki oleh 5 negara besar dunia dan berfungsi untuk pengambilan
keputusan apabila tidak didapati kesepakatan dalam musyawarah dan mufakat.
kelima anggota pemegang hak veto itu adalah:
- Amerika Serikat
- Inggris
- China
- Jerman
- Rusia
- Peranan PBB
Perang Dunia I dan Perang Dunia II
telah banyak memakan korban,. Kita tentu tidak berharap adanya
Perang Dunia III terjadi. Apabila terjadi dapat kita pastikan akan lebih
dahsyat dari pada perang – perang sebelumnya. Alam dan seisinya, termasuk
manusia, hewan, dan tumbuhan akan rusak dan musnah akibat kekejaman perang.
Atas dasar itulah muncul pemikiran untuk membuat badan / lembaga internasional
yang dapat melindungi kehidupan umat manusia. Selanjutnya, dengan diprakarsai
oleh tokoh – tokoh Negara yang peduli kemanusiaan melalui serangkaian
pertemuan, akhirnya pada tanggal 24 Oktober 1945 terbentuklah sebuah organisasi
internasional yang dikenal dengan nama Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).
- Tujuan PBB Sebagaimana organisasi internasional, PBB merupakan organisasi yang sangat besar. Organisasi masyarakat bangsa – bangsa ini tentu mempunyai tujuan yang dapat kita lihat di dalam Pasal 1 Piagam PBB yaitu sebagai berikut:
- Menciptakan perdamaian dan keamanan internasional.
- Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan asas – asas persamaan hak, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam Negara lain.
- Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan persoalan internasioanal di bidang ekonomi, social, kebudayaan, dan kemanusiaan.
- Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam merealisasikan tujuannya.
Untuk mencapai tujuannya tersebut, asas
– asas yang digunakan sebagaimanyang terumus di dalam Pasal 2 Piagam PBB, yaitu
sebagai berikut.
- PBB didirikan atas dasar persamaan kedaulatan dari semua anggota
- Semua anggota dengan etiket baik harus melaksanakan kewajiban yang telahdisetujui sesuai dengan ketentuan Piagam PBB ini.
- Semua anggota PBB dalam menyelesaikan sengketa internasional dilakukandengan cara damai.
- Dalam melaksanakan hubungan internasional, semua anggota menjauhkan diridari segala macam bentuk kekerasan yang bertentangan dengan tujuan PBB.
- Semua anggota harus membantu PBB sesuai dengan ketentuan – ketentuan didalam Piagam PBB serta tidak memberikan bantuan kepada Negara manapun jika PBB sedang menjalankan tindakan terhadap Negara itu.
- PBB akan menjaga agar Negara – Negara yang bukan anggota bertindak sesuaidengan asas – asas PBB guna mempertahankan perdamaian dan keamananinternasional.
- PBB tidak akan mencampuri urusan – urusan dalam negeri Negara mana pun.
Berdasarkan tujuan dan asas – asas
tersebut di atas, tidak semua Negara dapat diterima menjadi anggota PBB. Untuk
menjadi anggota PBB, Negara – Negara tersebut harus memenuhi beberapa
persyaratan di antaranya sebagai berikut:
- Negara yang akan menjadi anggota PBB adalah Negara yang merdeka,
- Negara itu harus benar – benar mencintai perdamaian dunia,
- Bersedia memenuhi kewajiban – kewajiban sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Piagam PBB dan keputusan – keputusan PBB,
- Mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dan disetujui oleh Majelis Umum PBB. Negara anggota PBB yang telah berulang kali melanggar asas – asas dan Piagam PBB dapat dikeluarkan dari keanggotaan PBB oleh Majelis Umum atas anjuran Dewan Keamanan.
- Fungsi PBB
Fungsi PBB sebagai sebuah lembaga
internasional dapat dilihat dari seberapa besar guna atau manfaat yang
telah diberikan kepada masyarakat internasional. Sebagaimanasejarah
kelahirannya, PBB diharapkan dapat menjalankan fungsinya, yaitu
sebagai berikut.
- Fungsi proteksi, yaitu PBB berusaha memberikan perlindungan kepada seluruhanggota.
- Fungsi integrasi, yaitu PBB sebagai wadah atau forum untuk membina persahabatan dan persaudaraan bangsa – bangsa.3.
- Fungsi sosialisasi, yaitru PBB sebagai sarana untuk menyampaikan nilai – nilaidan norma kepada semua anggota.4.
- Fungsi pengendali konflik , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkandapat mengendalikan konflik – konflik yang muncul dari sesame anggotasehingga tidak sampai menimbulkan ketegangan dan peperangan sesame anggotaPBB.
- Fungsi kooperatif , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan mampumembina / mendorong kerja sama di segala bidang antar bangsa di dunia.6.
- Fungsi negoisasi, yaitu PBB diharapkan dapat memfasilitasi perundingan – prundingan antarnegara untuk membentuk hokum, baik yang bersifat umummaupun khusus.7.
- Fungsi arbitrase, yaitu PBB hendaknya dapat menyelesaikan masalah – masalahsecara hokum yang timbul dari sesame anggota sehingga tidak menjadi masalahyang berkepanjangan yang dapat mengganggu perdamaian dunia.Peran yang dimainkan oleh PBB, sejak berdirinya sampai sekarang, dapat kitalihat pada bidang – bidang yang telah dilakukan sesuai dengan tugas danfungsinya, sebagai berikut.
- Peran PBB dalam Bidang Keamanan, Perdamaian, dan Kemerdekaan
- Telah berhasil menyelesaikan sengketa antara Indonesia dan Belanda (masalah Irian Barat).
- Menyelesaikan masalah penjajahan di beberapa daerah Afrika sehingga muncul negara – negara di Afrika menjadi Negara merdeka.
- Penyelesaian konfrontasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tentang penempatan peluru kendali / nuklir di Kuba.
- Penyelesaian konflik di Timur Tengah mengenai Trusan Suez.
- Membantu meredakan krisis di Libanon.
- Misi paninjauan PBB untuk membantu memisahkan pasukan setelah timbul peperangan antara India dan Pakistan.
- Telah berhasil mencegah timbulnya perang nuklir antara Negara adi kuasa (Amerika Serikat dan Uni Soviet).
- Membantu proses kemerdekaan Timor – Timur.
- Ikut menyelesaikan konflik politik antara Negara – Negara yang tergabung dalam Uni Soviet.
- Peran PBB dalam Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya
- Memberikan bantuan – bantuan kesejahteraan dan pembangunan di Negara – Negara yang sedang berkembang melalui badan – badan khusus PBB, seperti ILO, WHO, FAO, UNESCO, UNICEF, dan IMF.
- Penghapusan dalam segala bentuk dominasi rasial.
- Penghapusan diskriminasi terhadap wanita yang mencakupi hak, politik, ekonomi, social – budaya, dan kewarganegaraan.
- Memberikan bantuan bahan makanan untuk kesejahteraan anak – anak melalui UNICEF.
- Penanggulangan berjangkitnya penyakit cacar melalui program WHO.
- Memajukan kerja sama internasional tentang ilmu pengetahuan seperti penggunaan tenaga atom / nuklir untuk maksu – maksud damai, menyelamatkan bangunan – bangunan kuno Mesir yang terancam genangan air oleh bendungan Aswan dan pemugaran Candi Borobudur di Yogyakarta.
Negara Anggota PBB
|
No.
|
Tanggal
Terdaftar
|
Nama
Negara
|
|
1
|
24 Oktober 1945
|
Argentina
|
|
2
|
24 Oktober 1945
|
Belarus
|
|
3
|
24 Oktober 1945
|
Brasil
|
|
4
|
24 Oktober 1945
|
Chili
|
|
5
|
24 Oktober 1945
|
Cina
|
|
6
|
24 Oktober 1945
|
Kuba
|
|
7
|
24 Oktober 1945
|
Denmark
|
|
8
|
24 Oktober 1945
|
Republik Dominika
|
|
9
|
24 Oktober 1945
|
Mesir
|
|
10
|
24 Oktober 1945
|
El Salvador
|
|
11
|
24 Oktober 1945
|
Perancis
|
|
12
|
24 Oktober 1945
|
Haiti
|
|
13
|
24 Oktober 1945
|
Iran
|
|
14
|
24 Oktober 1945
|
Lebanon
|
|
15
|
24 Oktober 1945
|
Luksemburg
|
|
16
|
24 Oktober 1945
|
Selandia Baru
|
|
17
|
24 Oktober 1945
|
Nikaragua
|
|
18
|
24 Oktober 1945
|
Paraguay
|
|
19
|
24 Oktober 1945
|
Filipina
|
|
20
|
24 Oktober 1945
|
Polandia
|
|
21
|
24 Oktober 1945
|
Federasi Rusia
|
|
22
|
24 Oktober 1945
|
Arab Saudi
|
|
23
|
24 Oktober 1945
|
Suriah
|
|
24
|
24 Oktober 1945
|
Turki
|
|
25
|
24 Oktober 1945
|
Ukraina
|
|
26
|
24 Oktober 1945
|
Britania Raya
|
|
27
|
24 Oktober 1945
|
Amerika Serikat
|
|
28
|
25 Oktober 1945
|
Yunani
|
|
29
|
30 Oktober 1945
|
India
|
|
30
|
31 Oktober 1945
|
Peru
|
|
31
|
01 Nopember 1945
|
Australia
|
|
32
|
02 Nopember 1945
|
Kosta Rika
|
|
33
|
02 Nopember 1945
|
Liberia
|
|
34
|
05 Nopember 1945
|
Kolombia
|
|
35
|
07 Nopember 1945
|
Meksiko
|
|
36
|
07 Nopember 1945
|
Afrika Selatan
|
|
37
|
09 Nopember 1945
|
Kanada
|
|
38
|
13 Nopember 1945
|
Ethiopia
|
|
39
|
13 Nopember 1945
|
Panama
|
|
40
|
14 Nopember 1945
|
Bolivia
|
|
41
|
15 Nopember 1945
|
Venezuela
|
|
42
|
21 Nopember 1945
|
Guatemala
|
|
43
|
27 Nopember 1945
|
Norwegia
|
|
44
|
10 Desember 1945
|
Belanda
|
|
45
|
17 Desember 1945
|
Honduras
|
|
46
|
18 Desember 1945
|
Uruguay
|
|
47
|
21 Desember 1945
|
Ekuador
|
|
48
|
21 Desember 1945
|
Irak
|
|
49
|
27 Desember 1945
|
Belgia
|
|
50
|
19 Nopember 1946
|
Afganistan
|
|
51
|
19 Nopember 1946
|
Islandia
|
|
52
|
19 Nopember 1946
|
Swedia
|
|
53
|
16 Desember 1946
|
Thailand
|
|
54
|
30 September 1947
|
Pakistan
|
|
55
|
30 September 1947
|
Yaman
|
|
56
|
19 April 1948
|
Myanmar
|
|
57
|
11 Mei 1949
|
Israel
|
|
58
|
28 September 1950
|
Indonesia
|
|
59
|
14 Desember 1955
|
Albania
|
|
60
|
14 Desember 1955
|
Austria
|
|
61
|
14 Desember 1955
|
Bulgaria
|
|
62
|
14 Desember 1955
|
Kamboja
|
|
63
|
14 Desember 1955
|
Finlandia
|
|
64
|
14 Desember 1955
|
Hongaria
|
|
65
|
14 Desember 1955
|
Irlandia
|
|
66
|
14 Desember 1955
|
Italia
|
|
67
|
14 Desember 1955
|
Yordania
|
|
68
|
14 Desember 1955
|
Republik Demokratik Rakyat Laos
|
|
69
|
14 Desember 1955
|
Libya
|
|
70
|
14 Desember 1955
|
Nepal
|
|
71
|
14 Desember 1955
|
Portugal
|
|
72
|
14 Desember 1955
|
Rumania
|
|
73
|
14 Desember 1955
|
Spanyol
|
|
74
|
14 Desember 1955
|
Sri Lanka
|
|
75
|
12 Nopember 1956
|
Maroko
|
|
76
|
12 Nopember 1956
|
Sudan
|
|
77
|
12 Nopember 1956
|
Tunisia
|
|
78
|
18 Desember 1956
|
Jepang
|
|
79
|
08 Maret 1957
|
Ghana
|
|
80
|
17 September 1957
|
Malaysia
|
|
81
|
12 Desember 1958
|
Guinea
|
|
82
|
20 September 1960
|
Benin
|
|
83
|
20 September 1960
|
Burkina Faso
|
|
84
|
20 September 1960
|
Kamerun
|
|
85
|
20 September 1960
|
Republik Afrika Tengah
|
|
86
|
20 September 1960
|
Chad
|
|
87
|
20 September 1960
|
Kongo (Republik)
|
|
88
|
20 September 1960
|
Pantai Gading
|
|
89
|
20 September 1960
|
Siprus
|
|
90
|
20 September 1960
|
Republik Demokratik Kongo
|
|
91
|
20 September 1960
|
Gabon
|
|
92
|
20 September 1960
|
Madagaskar
|
|
93
|
20 September 1960
|
Niger
|
|
94
|
20 September 1960
|
Somalia
|
|
95
|
20 September 1960
|
Togo
|
|
96
|
28 September 1960
|
Mali
|
|
97
|
28 September 1960
|
Senegal
|
|
98
|
07 Oktober 1960
|
Nigeria
|
|
99
|
27 September 1961
|
Sierra Leone
|
|
100
|
27 Oktober 1961
|
Mauritania
|
|
101
|
27 Oktober 1961
|
Mongolia
|
|
102
|
14 Desember 1961
|
Republik Bersatu Tanzania
|
|
103
|
18 September 1962
|
Burundi
|
|
104
|
18 September 1962
|
Jamaika
|
|
105
|
18 September 1962
|
Rwanda
|
|
106
|
18 September 1962
|
Trinidad dan Tobago
|
|
107
|
08 Oktober 1962
|
Aljazair
|
|
108
|
25 Oktober 1962
|
Uganda
|
|
109
|
14 Mei 1963
|
Kuwait
|
|
110
|
16 Desember 1963
|
Kenya
|
|
111
|
01 Desember 1964
|
Malawi
|
|
112
|
01 Desember 1964
|
Malta
|
|
113
|
01 Desember 1964
|
Zambia
|
|
114
|
21 September 1965
|
Gambia
|
|
115
|
21 September 1965
|
Maladewa
|
|
116
|
21 September 1965
|
Singapura
|
|
117
|
20 September 1966
|
Guyana
|
|
118
|
17 Oktober 1966
|
Botswana
|
|
119
|
17 Oktober 1966
|
Lesotho
|
|
120
|
09 Desember 1966
|
Barbados
|
|
121
|
24 April 1968
|
Mauritius
|
|
122
|
24 September 1968
|
Swaziland
|
|
123
|
12 Nopember 1968
|
Guinea Khatulistiwa
|
|
124
|
13 Oktober 1970
|
Fiji
|
|
125
|
21 September 1971
|
Bahrain
|
|
126
|
21 September 1971
|
Bhutan
|
|
127
|
21 September 1971
|
Qatar
|
|
128
|
07 Oktober 1971
|
Oman
|
|
129
|
09 Desember 1971
|
Uni Emirat Arab
|
|
130
|
18 September 1973
|
Bahama
|
|
131
|
18 September 1973
|
Jerman
|
|
132
|
17 September 1974
|
Bangladesh
|
|
133
|
17 September 1974
|
Grenada
|
|
134
|
17 September 1974
|
Guinea-Bissau
|
|
135
|
16 September 1975
|
Tanjung Verde
|
|
136
|
16 September 1975
|
Mozambik
|
|
137
|
16 September 1975
|
Sao Tome dan Principe
|
|
138
|
10 Oktober 1975
|
Papua Nugini
|
|
139
|
12 Nopember 1975
|
Komoro
|
|
140
|
04 Desember 1975
|
Suriname
|
|
141
|
21 September 1976
|
Seychelles
|
|
142
|
01 Desember 1976
|
Angola
|
|
143
|
15 Desember 1976
|
Samoa
|
|
144
|
20 September 1977
|
Djibouti
|
|
145
|
20 September 1977
|
Vietnam
|
|
146
|
19 September 1978
|
Kepulauan Solomon
|
|
147
|
18 Desember 1978
|
Dominika
|
|
148
|
18 September 1979
|
Saint Lucia
|
|
149
|
25 Agustus 1980
|
Zimbabwe
|
|
150
|
16 September 1980
|
Saint Vincent dan Grenadines
|
|
151
|
15 September 1981
|
Vanuatu
|
|
152
|
25 September 1981
|
Belize
|
|
153
|
11 Nopember 1981
|
Antigua dan Barbuda
|
|
154
|
23 September 1983
|
Saint Kitts dan Nevis
|
|
155
|
21 September 1984
|
Brunei Darussalam
|
|
156
|
23 April 1990
|
Namibia
|
|
157
|
18 September 1990
|
Liechtenstein
|
|
158
|
17 September 1991
|
Republik Rakyat Demokratik Korea
|
|
159
|
17 September 1991
|
Estonia
|
|
160
|
17 September 1991
|
Latvia
|
|
161
|
17 September 1991
|
Lituania
|
|
162
|
17 September 1991
|
Kepulauan Marshall
|
|
163
|
17 September 1991
|
Mikronesia (Negara Federasi)
|
|
164
|
17 September 1991
|
Republik Korea
|
|
165
|
02 Maret 1992
|
Armenia
|
|
166
|
02 Maret 1992
|
Azerbaijan
|
|
167
|
02 Maret 1992
|
Kazakhstan
|
|
168
|
02 Maret 1992
|
Kirgizstan
|
|
169
|
02 Maret 1992
|
Republik Moldova
|
|
170
|
02 Maret 1992
|
San Marino
|
|
171
|
02 Maret 1992
|
Tajikistan
|
|
172
|
02 Maret 1992
|
Turkmenistan
|
|
173
|
02 Maret 1992
|
Uzbekistan
|
|
174
|
22 Mei 1992
|
Bosnia dan Herzegovina
|
|
175
|
22 Mei 1992
|
roasia
|
|
176
|
22 Mei 1992
|
Slovenia
|
|
177
|
31 Juli 1992
|
Georgia
|
|
178
|
19 Januari 1993
|
Republik Ceko
|
|
179
|
19 Januari 1993
|
Slowakia
|
|
180
|
08 April 1993
|
Republik Makedonia bekas Yugoslavia
|
|
181
|
28 Mei 1993
|
Eritrea
|
|
182
|
28 Mei 1993
|
Monako
|
|
183
|
28 Juli 1993
|
Andorra
|
|
184
|
15 Desember 1994
|
Palau
|
|
185
|
14 September 1999
|
Kiribati
|
|
186
|
14 September 1999
|
Nauru
|
|
187
|
14 September 1999
|
Tonga
|
|
188
|
05 September 2000
|
Tuvalu
|
|
189
|
01 Nopember 2000
|
Serbia
|
|
190
|
10 September 2002
|
Swiss
|
|
191
|
27 September 2002
|
Timor Leste
|
|
192
|
28 Juni 2006
|
Montenegro
|
Asas dan Tujuan PBB
Asas PBB
Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.- Persamaan derajat dan kedaulatan semua negara anggota.
- Persamaan hak dan kewajiban semua negara anggota.
- Penyelesaian sengketa dengan cara damai.
- Setiap anggota akan memberikan bantuan kepada PBB sesuai ketentuan Piagam PBB.
- PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara anggota.
Tujuan PBB
Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.- Memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
- Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
- Mengembangkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
- Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
- Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan fundamental tanpa membedakan warna, kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
- Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB.
Berikut
ini daftar nama Kontingen Garuda yang dikirim Indonesia (Peran Indonesia dalam
PBB):
- Kontingen Garuda I, Kontingen Garuda I dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir;
- Kontingen Garuda II, Konga II dikirim ke Kongo pada 1960;
- Kontingen Garuda III, Konga III dikirim ke Kongo pada 1962;
- Kontingen Garuda IV, Konga IV dikirim ke Vietnam pada 1973;
- Kontingen Garuda V, Konga V dikirim ke Vietnam pada 1973;
- Kontingen Garuda VI Konga VI dikirim ke Timur Tengah pada 1973
- Kontingen Garuda VII Konga VII dikirim ke Vietnam pada 1974.
- Kontingen Garuda VIII, Kontingen Garuda VIII dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah paska Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel
- Kontingen Garuda IX, Konga dikirim ke Iran-Irak pada 1988;
- Kontingen Garuda X, Konga X dikirim ke Namibia pada 1989;
- Kontingen Garuda XI, Konga XI dikirim ke Irak-Kuwait pada 1992;
- Kontingen Garuda XII, Konga XII dikirim ke Kamboja pada 1992;
- Kontingen Garuda XIII, Konga XIII dikirim ke Somalia pada 1992;
- Kontingen Garuda XIV, Konga XIV dikirim ke Bosnia-Herzegovina pada 1993;
- Kontingen Garuda XV, Konga XV dikirim ke Georgia pada 1994;
- Kontingen Garuda XVI, Konga XVI dikirim ke Mozambik pada 1994;
- Kontingen Garuda XVII, Konga XVII dikirim ke Filipina pada 1994;
- Kontingen Garuda XVIII, KONGA XVIII dikirim ke Tajikistan pada November 1997;
- Kontingen Garuda XIX, Konga XIX dikirim ke Sierra Leone pada 1999-2002;
- Kontingen Garuda XX/A
- Konga XX dikirim ke Bungo, Kongo pada 6 September 2003 dan bertugas selama 1 tahun;
- Kontingen Garuda XXI, Kontingen Garuda XXI merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Liberia (UNMIL);
- Kontingen Garuda XXII
- Kontingen Garuda XXII merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Sudan (UNMIS);
- Kontingen Garuda XXIII, Konga XXIII bertugas sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) ;
- Kontingen Garuda XXIV, Bertugas di Nepal. Kontingen Garuda XXIV merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Nepal (UNMIN);
- Kontingen Garuda XXV
- Berdasarkan Frago (fragmentery order) Nomor10-10-08 tanggal 30 Oktober 2008, penambahan Kontingen Indonesia dalam rangka misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan;
- Kontingen Garuda XXVI, Menyusul keberhasilan penugasan Kontingen Garuda XXIII bersama dengan UNIFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan dan atas permintaan PBB;
- Kontingen Garuda Indonesia XXVII
- Kontingen Garuda XXVII - 1 tergabung dalam misi UNAMID di Darfur bertugas sejak tanggal 21 Agustus 2008 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2009 dalam satgas Milobs
Demikianlah
artikel Pustaka Sekolah yang membahas mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa:
Sejarah dan Profil PBB, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi
yang bermanfaat bagi kita semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar