Rabu, 15 Januari 2014

PBB Perserikatan Bangsa Bangsa

PBB Perserikatan Bangsa Bangsa
Organisasi Internasional PBB
http://www.boerner.net/jboerner/wp-content/uploads/2009/11/Emblem_of_the_United_Nations.svg_.png
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat PBB (bahasa Inggris: United Nations atau disingkat UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober  1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaksdi Washington, DC, namun Sidang  Umum yang  pertama – dihadiri wakil dari 51 negara  baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa -Bangsa, yang  bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Francisco pada 24 Oktober  1945 sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971.Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban Ki Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari2007. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah organisasi internasional Tujuannya adalah memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional, keamanan internasional, pembangunan ekonomi, kemajuan sosial, hak asasi manusia, dan pencapaian perdamaian dunia. PBB didirikan pada tahun 1945 setelah Perang Dunia II untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa, untuk menghentikan perang antara negara, dan untuk menyediakan platform untuk dialog. Markas besar PBB didirikan diatas tanah yang disumbangkan oleh John Davison Rockefeller Junior yang terletak ditepi East River, Lake Succes, New York. PBB sebagai badan dunia yang berdiri setelah Perang Dunia II
Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Francisco pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington, DC[2], namun Sidang Umum yang pertama - dihadiri wakil dari 51 negara - baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-Bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB.
Sejak didirikan pada tahun 1945 hingga 2011, sudah ada 193 negara yang bergabung menjadi anggota PBB, termasuk semua negara yang menyatakan kemerdekaannya masing-masing dan diakui kedaulatannya secara internasional, kecuali Vatikan.[3] Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat [4].Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states) dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB, sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen di PBB)[5]
Sekretaris Jenderal PBB saat ini adalah Ban Ki-moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007 , menggantikan Sekretaris Jendral terdahulu, yaitu Kofi Annan dari Ghana. [6]
Organisasi ini memiliki enam organ utama [7]: Majelis Umum (majelis musyawarah utama)[8],Dewan Keamanan (untuk memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan),Dewan Ekonomi dan Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial internasional dan pembangunan)[9], Sekretariat (untuk menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan oleh PBB)[10], Mahkamah Internasional (organ peradilan primer), Dewan Perwalian (yang saat ini tidak aktif).[11]
Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF). Tokoh masyrakat PBB yang paling terkenal mungkin adalah Sekretaris Jenderal PBB, saat ini Ban Ki-moon dari Korea Selatan, yang mengambil jabatan itu pada tahun 2007, menggantikan Kofi Annan. Organisasi ini didanai dari sumbangan yang ditaksir dan sukarela dari negara-negara anggotanya, dan memiliki enam bahasa resmi: Arab, Cina, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol
Sekretaris-Jenderal PBB
No.
Akronim
Bendera
Lembaga
Pusat
Kepala
Berdiri
1
FAO
Organisasi Pangan dan Pertanian
1945
2
IAEA
Badan Tenaga Atom Internasional
Bendera AustriaWina, Austria
1957
3
ICAO
Organisasi Penerbangan Sipil Internasional
Bendera KanadaMontreal, Kanada
1947
4
IFAD

Bendera ItaliaRoma, Italia
1977
5
ILO
Organisasi Buruh Internasional
Bendera SwissJenewa, Swiss
1946 (1919)
6
IMO
Organisasi Maritim Internasional
Bendera Britania RayaLondon, Britania Raya
1948
7
IMF

1945 (1944)
8
ITU
Uni Telekomunikasi Internasional
Bendera SwissJenewa, Swiss
1947 (1865)
9
UNESCO
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB
Bendera PerancisParis, Perancis
1946
10
UNIDO

Bendera AustriaWina, Austria
1967
11
UNWTO

Bendera SpanyolMadrid, Spanyol
1974
12
UPU
Kesatuan Pos Sedunia
Bendera SwissBern, Swiss
1947 (1874)
13
WB

Bendera Amerika SerikatWashington, D.C., AS
1945 (1944)
14
WFP
Program Pangan Dunia
Bendera ItaliaRoma, Italia
1963
15
WHO
Organisasi Kesehatan Dunia
Bendera SwissJenewa, Swiss
1948
16
WIPO

Bendera SwissJenewa, Swiss
1974
17
WMO
Organisasi Meteorologi Dunia
Bendera SwissJenewa, Swiss
1950 (1873)
Untuk dapat menjadi negara anggota PBB terdapat beberapa syarat, yakni:
  • cinta damai;
  • menerima dan menyetujui serta tunduk kepada piagam PBB;
  • sanggup dan bersedia untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam piagam PBB;
  • disetujui majelis umum atas usul dewan keamanan PBB.
Pada mulanya yang menjadi anggota PBB adalah ke 50 peserta konferensi Sn Fransisco. Negara-negara tersebut dapat disebut sebagai anggota asli. Namun negara-negara anggota PBB terus bertambah dan hingga tahun 2012 tercatat sebanyak 193 negara yang menjadi anggota PBB.

Badan-Badan PBB
PBB sebagai lembaga dunia memiliki badan-badan yang berkecimpung dalam berbagai urusan yang menyangkut maslaah-masalah internasional, badan-badan ini membantu tugas PBB. Adapun badan-badan itu antara lain: Majelis Umum (majelis musyawarah utama); Dewan Keamanan (untuk memutuskan resolusi tertentu untuk perdamaian dan keamanan); Dewan Ekonomi dan Sosial (untuk membantu dalam mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial internasional dan pembangunan);  Sekretariat (untuk menyediakan studi, informasi dan fasilitas yang diperlukan oleh PBB);  Mahkamah Internasional (organ peradilan primer); Dewan Perwalian. Instansi Sistem PBB lainnya yang menonjol termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan Dunia (WFP) dan Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa(UNICEF).
Sekretaris PBB
Badan ini diketuai oleh sekertaris jenderal (Sekjen) yang diangkat oleh majelis umum atas usulan Dewan Keamanan PBB dengan masa jabatan 5 tahun. Sekjen PBB bertugas menyelenggarakan pekerjaan administrasi PBB. Berikut para sekjen PBB dari masa ke masa:
  • Trygve Lie (Norwegia): masa jabatan 2 Februari 1946 – 10 November 1952
  • Dag Hammarskjöld (Swedia): Masa Jabatan 10 April 1953 – 18 September 1961
  • U Thant (Burma): Masa jabatan: 30 November 1961 – 1 Januari 1972
  • Kurt Waldheim (Austria): Masa jabatan: 1 Januari 1972 – 1 Januari 1982
  • Javier Pérez de Cuéllar (Peru):  masa jabatan 1 Januari 1982 – 1 January 1992
  • Boutros Boutros-Ghali ( Mesir): masa jabatan 1 Januari 1992           – 1 Januari 1997
  • Kofi Annan (Ghana): masa jabatan 1 Januari 1997 – 1 Januari 2007
  • Ban Ki-moon (Korea Selatan): masa jabatan: 1 Januari 2007 – Sekarang.
Negara Yang Punya Hak Veto di PBB
PBB dibentuk oleh negara-negara adi kuasa, bukan oleh masyarakat dunia. Hak veto itu hanya dimiliki oleh 5 negara besar dunia dan berfungsi untuk pengambilan keputusan apabila tidak didapati kesepakatan dalam musyawarah dan mufakat. kelima anggota pemegang hak veto itu adalah:
  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • China
  • Jerman
  • Rusia


  • Peranan PBB
Perang Dunia I dan Perang Dunia II telah banyak memakan korban,. Kita tentu tidak  berharap adanya Perang Dunia III terjadi. Apabila terjadi dapat kita pastikan akan lebih dahsyat dari pada perang – perang sebelumnya. Alam dan seisinya, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan akan rusak dan musnah akibat kekejaman perang. Atas dasar itulah muncul pemikiran untuk membuat badan / lembaga internasional yang dapat melindungi kehidupan umat manusia. Selanjutnya, dengan diprakarsai oleh tokoh – tokoh Negara yang peduli kemanusiaan melalui serangkaian pertemuan, akhirnya pada tanggal 24 Oktober 1945 terbentuklah sebuah organisasi internasional yang dikenal dengan nama Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).
  •  Tujuan PBB Sebagaimana organisasi internasional, PBB merupakan organisasi yang sangat besar. Organisasi masyarakat bangsa – bangsa ini tentu mempunyai tujuan yang dapat kita lihat di dalam Pasal 1 Piagam PBB yaitu sebagai berikut:
  1. Menciptakan perdamaian dan keamanan internasional.
  2. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan asas – asas persamaan hak, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam Negara lain.
  3. Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan persoalan internasioanal di bidang ekonomi, social, kebudayaan, dan kemanusiaan.
  4. Menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam merealisasikan tujuannya.
Untuk mencapai tujuannya tersebut, asas – asas yang digunakan sebagaimanyang terumus di dalam Pasal 2 Piagam PBB, yaitu sebagai berikut.
  1. PBB didirikan atas dasar persamaan kedaulatan dari semua anggota
  2. Semua anggota dengan etiket baik harus melaksanakan kewajiban yang telahdisetujui sesuai dengan ketentuan Piagam PBB ini.
  3. Semua anggota PBB dalam menyelesaikan sengketa internasional dilakukandengan cara damai.
  4. Dalam melaksanakan hubungan internasional, semua anggota menjauhkan diridari segala macam bentuk kekerasan yang bertentangan dengan tujuan PBB.
  5. Semua anggota harus membantu PBB sesuai dengan ketentuan – ketentuan didalam Piagam PBB serta tidak memberikan bantuan kepada Negara manapun jika PBB sedang menjalankan tindakan terhadap Negara itu.
  6. PBB akan menjaga agar Negara – Negara yang bukan anggota bertindak sesuaidengan asas – asas PBB guna mempertahankan perdamaian dan keamananinternasional.
  7. PBB tidak akan mencampuri urusan – urusan dalam negeri Negara mana pun.
Berdasarkan tujuan dan asas – asas tersebut di atas, tidak semua Negara dapat diterima menjadi anggota PBB. Untuk menjadi anggota PBB, Negara – Negara tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan di antaranya sebagai berikut:

  1. Negara yang akan menjadi anggota PBB adalah Negara yang merdeka,
  2. Negara itu harus benar – benar mencintai perdamaian dunia,
  3. Bersedia memenuhi kewajiban – kewajiban sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Piagam PBB dan keputusan – keputusan PBB,
  4. Mendapat persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dan disetujui oleh Majelis Umum PBB. Negara anggota PBB yang telah berulang kali melanggar asas – asas dan Piagam PBB dapat dikeluarkan dari keanggotaan PBB oleh Majelis Umum atas anjuran Dewan Keamanan.
  1. Fungsi PBB
Fungsi PBB sebagai sebuah lembaga internasional dapat dilihat dari seberapa besar guna atau manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat internasional. Sebagaimanasejarah kelahirannya, PBB diharapkan dapat menjalankan fungsinya, yaitu sebagai berikut.
  1.  Fungsi proteksi, yaitu PBB berusaha memberikan perlindungan kepada seluruhanggota.
  2.  Fungsi integrasi, yaitu PBB sebagai wadah atau forum untuk membina persahabatan dan persaudaraan bangsa – bangsa.3.
  3. Fungsi sosialisasi, yaitru PBB sebagai sarana untuk menyampaikan nilai – nilaidan norma kepada semua anggota.4.
  4. Fungsi pengendali konflik , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkandapat mengendalikan konflik – konflik yang muncul dari sesame anggotasehingga tidak sampai menimbulkan ketegangan dan peperangan sesame anggotaPBB.
  5. Fungsi kooperatif , yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan mampumembina / mendorong kerja sama di segala bidang antar bangsa di dunia.6.
  6. Fungsi negoisasi, yaitu PBB diharapkan dapat memfasilitasi perundingan –  prundingan antarnegara untuk membentuk hokum, baik yang bersifat umummaupun khusus.7.
  7. Fungsi arbitrase, yaitu PBB hendaknya dapat menyelesaikan masalah – masalahsecara hokum yang timbul dari sesame anggota sehingga tidak menjadi masalahyang berkepanjangan yang dapat mengganggu perdamaian dunia.Peran yang dimainkan oleh PBB, sejak berdirinya sampai sekarang, dapat kitalihat pada bidang – bidang yang telah dilakukan sesuai dengan tugas danfungsinya, sebagai berikut.
  1. Peran PBB dalam Bidang Keamanan, Perdamaian, dan Kemerdekaan
    1. Telah berhasil menyelesaikan sengketa antara Indonesia dan Belanda (masalah Irian Barat).
    2. Menyelesaikan masalah penjajahan di beberapa daerah Afrika sehingga muncul negara – negara di Afrika menjadi Negara merdeka.
    3. Penyelesaian konfrontasi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tentang penempatan peluru kendali / nuklir di Kuba.
    4. Penyelesaian konflik di Timur Tengah mengenai Trusan Suez.
    5. Membantu meredakan krisis di Libanon.
    6. Misi paninjauan PBB untuk membantu memisahkan pasukan setelah timbul peperangan antara India dan Pakistan.
    7. Telah berhasil mencegah timbulnya perang nuklir antara Negara adi kuasa (Amerika Serikat dan Uni Soviet).
    8. Membantu proses kemerdekaan Timor – Timur.
    9. Ikut menyelesaikan konflik politik antara Negara – Negara yang tergabung dalam Uni Soviet.
  1. Peran PBB dalam Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya
    1. Memberikan bantuan – bantuan kesejahteraan dan pembangunan di Negara – Negara yang sedang berkembang melalui badan – badan khusus PBB, seperti ILO, WHO, FAO, UNESCO, UNICEF, dan IMF.
    2. Penghapusan dalam segala bentuk dominasi rasial.
    3. Penghapusan diskriminasi terhadap wanita yang mencakupi hak, politik, ekonomi, social – budaya, dan kewarganegaraan.
    4. Memberikan bantuan bahan makanan untuk kesejahteraan anak – anak melalui UNICEF.
    5. Penanggulangan berjangkitnya penyakit cacar melalui program WHO.
    6. Memajukan kerja sama internasional tentang ilmu pengetahuan seperti penggunaan tenaga atom / nuklir untuk maksu – maksud damai, menyelamatkan bangunan – bangunan kuno Mesir yang terancam genangan air oleh bendungan Aswan dan pemugaran Candi Borobudur di Yogyakarta.
Negara Anggota PBB
No.
Tanggal Terdaftar
Nama Negara
1
24 Oktober 1945
Argentina
2
24 Oktober 1945
Belarus
3
24 Oktober 1945
Brasil
4
24 Oktober 1945
Chili
5
24 Oktober 1945
Cina
6
24 Oktober 1945
Kuba
7
24 Oktober 1945
Denmark
8
24 Oktober 1945
Republik Dominika
9
24 Oktober 1945
Mesir
10
24 Oktober 1945
El Salvador
11
24 Oktober 1945
Perancis
12
24 Oktober 1945
Haiti
13
24 Oktober 1945
Iran
14
24 Oktober 1945
Lebanon
15
24 Oktober 1945
Luksemburg
16
24 Oktober 1945
Selandia Baru
17
24 Oktober 1945
Nikaragua
18
24 Oktober 1945
Paraguay
19
24 Oktober 1945
Filipina
20
24 Oktober 1945
Polandia
21
24 Oktober 1945
Federasi Rusia
22
24 Oktober 1945
Arab Saudi
23
24 Oktober 1945
Suriah
24
24 Oktober 1945
Turki
25
24 Oktober 1945
Ukraina
26
24 Oktober 1945
Britania Raya
27
24 Oktober 1945
Amerika Serikat
28
25 Oktober 1945
Yunani
29
30 Oktober 1945
India
30
31 Oktober 1945
Peru
31
01 Nopember 1945
Australia
32
02 Nopember 1945
Kosta Rika
33
02 Nopember 1945
Liberia
34
05 Nopember 1945
Kolombia
35
07 Nopember 1945
Meksiko
36
07 Nopember 1945
Afrika Selatan
37
09 Nopember 1945
Kanada
38
13 Nopember 1945
Ethiopia
39
13 Nopember 1945
Panama
40
14 Nopember 1945
Bolivia
41
15 Nopember 1945
Venezuela
42
21 Nopember 1945
Guatemala
43
27 Nopember 1945
Norwegia
44
10 Desember 1945
Belanda
45
17 Desember 1945
Honduras
46
18 Desember 1945
Uruguay
47
21 Desember 1945
Ekuador
48
21 Desember 1945
Irak
49
27 Desember 1945
Belgia
50
19 Nopember 1946
Afganistan
51
19 Nopember 1946
Islandia
52
19 Nopember 1946
Swedia
53
16 Desember 1946
Thailand
54
30 September 1947
Pakistan
55
30 September 1947
Yaman
56
19 April 1948
Myanmar
57
11 Mei 1949
Israel
58
28 September 1950
Indonesia
59
14 Desember 1955
Albania
60
14 Desember 1955
Austria
61
14 Desember 1955
Bulgaria
62
14 Desember 1955
Kamboja
63
14 Desember 1955
Finlandia
64
14 Desember 1955
Hongaria
65
14 Desember 1955
Irlandia
66
14 Desember 1955
Italia
67
14 Desember 1955
Yordania
68
14 Desember 1955
Republik Demokratik Rakyat Laos
69
14 Desember 1955
Libya
70
14 Desember 1955
Nepal
71
14 Desember 1955
Portugal
72
14 Desember 1955
Rumania
73
14 Desember 1955
Spanyol
74
14 Desember 1955
Sri Lanka
75
12 Nopember 1956
Maroko
76
12 Nopember 1956
Sudan
77
12 Nopember 1956
Tunisia
78
18 Desember 1956
Jepang
79
08 Maret 1957
Ghana
80
17 September 1957
Malaysia
81
12 Desember 1958
Guinea
82
20 September 1960
Benin
83
20 September 1960
Burkina Faso
84
20 September 1960
Kamerun
85
20 September 1960
Republik Afrika Tengah
86
20 September 1960
Chad
87
20 September 1960
Kongo (Republik)
88
20 September 1960
Pantai Gading
89
20 September 1960
Siprus
90
20 September 1960
Republik Demokratik Kongo
91
20 September 1960
Gabon
92
20 September 1960
Madagaskar
93
20 September 1960
Niger
94
20 September 1960
Somalia
95
20 September 1960
Togo
96
28 September 1960
Mali
97
28 September 1960
Senegal
98
07 Oktober 1960
Nigeria
99
27 September 1961
Sierra Leone
100
27 Oktober 1961
Mauritania
101
27 Oktober 1961
Mongolia
102
14 Desember 1961
Republik Bersatu Tanzania
103
18 September 1962
Burundi
104
18 September 1962
Jamaika
105
18 September 1962
Rwanda
106
18 September 1962
Trinidad dan Tobago
107
08 Oktober 1962
Aljazair
108
25 Oktober 1962
Uganda
109
14 Mei 1963
Kuwait
110
16 Desember 1963
Kenya
111
01 Desember 1964
Malawi
112
01 Desember 1964
Malta
113
01 Desember 1964
Zambia
114
21 September 1965
Gambia
115
21 September 1965
Maladewa
116
21 September 1965
Singapura
117
20 September 1966
Guyana
118
17 Oktober 1966
Botswana
119
17 Oktober 1966
Lesotho
120
09 Desember 1966
Barbados
121
24 April 1968
Mauritius
122
24 September 1968
Swaziland
123
12 Nopember 1968
Guinea Khatulistiwa
124
13 Oktober 1970
Fiji
125
21 September 1971
Bahrain
126
21 September 1971
Bhutan
127
21 September 1971
Qatar
128
07 Oktober 1971
Oman
129
09 Desember 1971
Uni Emirat Arab
130
18 September 1973
Bahama
131
18 September 1973
Jerman
132
17 September 1974
Bangladesh
133
17 September 1974
Grenada
134
17 September 1974
Guinea-Bissau
135
16 September 1975
Tanjung Verde
136
16 September 1975
Mozambik
137
16 September 1975
Sao Tome dan Principe
138
10 Oktober 1975
Papua Nugini
139
12 Nopember 1975
Komoro
140
04 Desember 1975
Suriname
141
21 September 1976
Seychelles
142
01 Desember 1976
Angola
143
15 Desember 1976
Samoa
144
20 September 1977
Djibouti
145
20 September 1977
Vietnam
146
19 September 1978
Kepulauan Solomon
147
18 Desember 1978
Dominika
148
18 September 1979
Saint Lucia
149
25 Agustus 1980
Zimbabwe
150
16 September 1980
Saint Vincent dan Grenadines
151
15 September 1981
Vanuatu
152
25 September 1981
Belize
153
11 Nopember 1981
Antigua dan Barbuda
154
23 September 1983
Saint Kitts dan Nevis
155
21 September 1984
Brunei Darussalam
156
23 April 1990
Namibia
157
18 September 1990
Liechtenstein
158
17 September 1991
Republik Rakyat Demokratik Korea
159
17 September 1991
Estonia
160
17 September 1991
Latvia
161
17 September 1991
Lituania
162
17 September 1991
Kepulauan Marshall
163
17 September 1991
Mikronesia (Negara Federasi)
164
17 September 1991
Republik Korea
165
02 Maret 1992
Armenia
166
02 Maret 1992
Azerbaijan
167
02 Maret 1992
Kazakhstan
168
02 Maret 1992
Kirgizstan
169
02 Maret 1992
Republik Moldova
170
02 Maret 1992
San Marino
171
02 Maret 1992
Tajikistan
172
02 Maret 1992
Turkmenistan
173
02 Maret 1992
Uzbekistan
174
22 Mei 1992
Bosnia dan Herzegovina
175
22 Mei 1992
roasia
176
22 Mei 1992
Slovenia
177
31 Juli 1992
Georgia
178
19 Januari 1993
Republik Ceko
179
19 Januari 1993
Slowakia
180
08 April 1993
Republik Makedonia bekas Yugoslavia
181
28 Mei 1993
Eritrea
182
28 Mei 1993
Monako
183
28 Juli 1993
Andorra
184
15 Desember 1994
Palau
185
14 September 1999
Kiribati
186
14 September 1999
Nauru
187
14 September 1999
Tonga
188
05 September 2000
Tuvalu
189
01 Nopember 2000
Serbia
190
10 September 2002
Swiss
191
27 September 2002
Timor Leste
192
28 Juni 2006
Montenegro

 

 

Asas dan Tujuan PBB

Asas PBB

Asas Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.
  1. Persamaan derajat dan kedaulatan semua negara anggota.
  2. Persamaan hak dan kewajiban semua negara anggota.
  3. Penyelesaian sengketa dengan cara damai.
  4. Setiap anggota akan memberikan bantuan kepada PBB sesuai ketentuan Piagam PBB.
  5. PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara anggota.

Tujuan PBB

Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai berikut.
  1. Memelihara perdamaian dan keamanan dunia.
  2. Mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa berdasarkan asas-asas persamaan derajat, hak menentukan nasib sendiri, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
  3. Mengembangkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
  4. Menyelesaikan perselisihan dengan cara damai dan mencegah timbulnya peperangan.
  5. Memajukan dan menghargai hak asasi manusia serta kebebasan atau kemerdekaan fundamental tanpa membedakan warna, kulit, jenis kelamin, bahasa, dan agama.
  6. Menjadikan pusat kegiatan bangsa-bangsa dalam mencapai kerja sama yang harmonis untuk mencapai tujuan PBB.
Berikut ini daftar nama Kontingen Garuda yang dikirim Indonesia (Peran Indonesia dalam PBB):
  • Kontingen Garuda I, Kontingen Garuda I dikirim pada 8 Januari 1957 ke Mesir;
  • Kontingen Garuda II, Konga II dikirim ke Kongo pada 1960;
  • Kontingen Garuda III, Konga III dikirim ke Kongo pada 1962;
  • Kontingen Garuda IV, Konga IV dikirim ke Vietnam pada 1973;
  • Kontingen Garuda V, Konga V dikirim ke Vietnam pada 1973;
  • Kontingen Garuda VI Konga VI dikirim ke Timur Tengah pada 1973
  • Kontingen Garuda VII Konga VII dikirim ke Vietnam pada 1974.
  • Kontingen Garuda VIII, Kontingen Garuda VIII dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah paska Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel
  • Kontingen Garuda IX, Konga  dikirim ke Iran-Irak pada 1988;
  • Kontingen Garuda X, Konga X dikirim ke Namibia pada 1989;
  • Kontingen Garuda XI, Konga XI dikirim ke Irak-Kuwait pada 1992;
  • Kontingen Garuda XII, Konga XII dikirim ke Kamboja pada 1992;
  • Kontingen Garuda XIII, Konga XIII dikirim ke Somalia pada 1992;
  • Kontingen Garuda XIV, Konga XIV dikirim ke Bosnia-Herzegovina pada 1993;
  • Kontingen Garuda XV, Konga XV dikirim ke Georgia pada 1994;
  • Kontingen Garuda XVI, Konga XVI dikirim ke Mozambik pada 1994;
  • Kontingen Garuda XVII, Konga XVII dikirim ke Filipina pada 1994;
  • Kontingen Garuda XVIII, KONGA XVIII dikirim ke Tajikistan pada November 1997;
  • Kontingen Garuda XIX, Konga XIX dikirim ke Sierra Leone pada 1999-2002;
  • Kontingen Garuda XX/A
  • Konga XX dikirim ke Bungo, Kongo pada 6 September 2003 dan bertugas selama 1 tahun;
  • Kontingen Garuda XXI, Kontingen Garuda XXI merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Liberia (UNMIL);
  • Kontingen Garuda XXII
  • Kontingen Garuda XXII merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Sudan (UNMIS);
  • Kontingen Garuda XXIII, Konga XXIII bertugas sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) ;
  • Kontingen Garuda XXIV, Bertugas di Nepal. Kontingen Garuda XXIV merupakan kontribusi TNI dalam misi perdamaian PBB di Nepal (UNMIN);
  • Kontingen Garuda XXV
  • Berdasarkan Frago (fragmentery order) Nomor10-10-08 tanggal 30 Oktober 2008, penambahan Kontingen Indonesia dalam rangka misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan;
  • Kontingen Garuda XXVI, Menyusul keberhasilan penugasan Kontingen Garuda XXIII bersama dengan UNIFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan dan atas permintaan PBB;
  • Kontingen Garuda Indonesia XXVII
  • Kontingen Garuda XXVII - 1 tergabung dalam misi UNAMID di Darfur bertugas sejak tanggal 21 Agustus 2008 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2009 dalam satgas Milobs
Demikianlah artikel Pustaka Sekolah yang membahas mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa: Sejarah dan Profil PBB, semoga artikel ini tentunya dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua







Tidak ada komentar:

Posting Komentar